Friday, 17 July 2009

10 Pembunuh Kreativitas

Mengapa itu tidak saya pikirkan sebelumnya? Mengapa si A yang latar pendidikannya rendah tapi bisa begitu penuh ide segar sementara si B yang sekolah tinggi hanya bisa mengagumi karya si A? Berdasarkan survey, inilah 10 pikiran yang sering membunuh kreativitas orang:

1. Saya harus menjawab dengan benar.
Ini fakta, pendidikan di Inodnesia memang masih menekankan pada murid menjawab dengan benar, bukan nagaimana usaha murid untuk menjawa. Akibatnya setelah dewasa, prinsipnya adalah 'yang penting adalah hasil, bukan proses'. Inilah yang membuat orang cenderung hidup konsumtif ketimbang produktif. Mengapa kita tertinggal? Karena kita lebih suka menerima dan meminta ketimbang berkarya dan menghasilkan sesuatu.

2. Usul itu tidak masuk akal.
Sebelum Apollo 11 mendarat, tidak ada orang yang menganggap manusia mencapai bulan sebagai hal yang masuk akal. Bagaimana Anda tahu ide Anda masuk akal atau tidak jika tidak pernah dikemukakan dan dicoba. Kreativitas membutuhkan optimisme, karena inilah yang membuat sebuah ide dapat diwujudkan.

3. Saya harus ikut aturan.
Satu hal yang sering menghalangi ornag menjadi kreatif dan gigih adalah ketakutan bahwa hal itu sama dengan tidak patuh. Di satu sisi, kreativitas memang memiliki aspek memberontak, tapi bukan pada otoritas, melainkan pada pola pikir dan kebiasaan yang menghambat pertumbuhan.

4. Yang praktis saja.
Padahal, yang dimaksud dengan praktis sering kali adalah yang membuat kita tidak usah susah-susah berpikir lagi. Inilah saat kita terjebak pada zona nyaman atau status quo. Ketika memikirkan alternatif baru dirasakan sebagai hal yang merepotkan, itulah saat kita berhenti berkreasi.

5. Saya takut orang-orang malah bingung.
Wajar saja jika ada beberapa orang yang belum menangkap maksud atau ide Anda saat pertama kali diajukan. Tapi, justru itulah tantangan Anda. Tugas Anda adalah menjelaskan usul tersebut dengan sebaik-baiknya, dan menerima usulan (jika ada) untuk melengkapi ide atau gagasan tersebut.

6. Pendapat orang lain lebih benar.
Jangan berani menentang idenya, karena dia lebih senior, karena dia lebih berpengalaman, karena dia atasan kita. Itulah yang sering membuat orang takut atau malu mengungkapkan idenya. Padahal tidak ada yang menjamin usia, pengalaman, bahkan pendidikan seseorang akan membuatnya dapat lebih kreatif dari yang di bawahnya.

7. Saya harus selalu serius.
Kreativitas erat dengan imajinasi. Anda tahu siapa yang paling pandai dalam hal ini? Anak-anak! Ya, anak-anak adalah makhluk yang paling kreatif dan penuh imajinasi. Ini karena mereka selalu membiarkan dirinya bebas bermain dengan pikirannya. Sayangnya banyak orang dewasa justru menganggap bermain-main adalah sikap yang tidak patut. Padahal, perusahaan seperti Joger dan Google menyadari pentingnya bermain ini. Dari menerapkan situasi kerja yang santai, suka bermain-main, terciptalah kreativitas.

8. Itu bukan bidangku.
Ini adalah alasan klasik yang lain. Kreativitas pada dasarnya adalah lebih pada cara berpikir. Terlalu banyak kisah tentang orang-orang yang justru meraih sukses di bidang pekerjaan yang sama sekali lain dengan latar belakang pendidikan atau bahkan pengalamannya.

9. Yang benar saja. 
"Siapakah saya sampai berhak berpendapat?" Sikap rendah diri alas minder adalah hambatan utama lain orang untuk berkreativitas. Sejarah membuktikan, banyak ide kreatif yang mengubah dunia pada awalnya juga dianggap konyol.

10. Saya bukan orang kreatif.
Salah satu kesalahan persepsi tentah kreativitas adalah bahwa itu sudah ada dari sononya. Padahal, para komposer seperti Mozart, Beethoven, Wagner, atau Bach menciptakan karyanya karena tiap hari mereka duduk dan melatih jari-jarinya untuk main piano. Bukan hanya inspirasi yang datang mendadak atau yang sudah dibawa sejak lahir.

Jangan biarkan ide Anda layu sebelum berkembang. Kalahkan rasa takut, minder, atau malas untuk berkreasi. Kita dituntut menjadi terang dan garam. Salah satu implementasinya adalah agar kita lebih baik dari yang lain, kreatif adalah salah satunya.

Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya. Amsal 16:22.

(Sumber: Spirit Motivator Juni 2009)

No comments:

Post a Comment

Ricky and Joan

Daisypath Anniversary tickers